Archive for November, 2009

Koizora (sky of love) the movie

Koizoramovieposter

Gw baru aja selesai nonton Koizora the movie. awal’a selalu gw tunda-tunda sampe lama banget ga ditonton2. cz gw baca review di beberapa blog and forum, mereka bilang Koizora the movie tuh ga terlalu bagus. jalan cerita’a terlalu cepat lah, ngebosenin lah, ada jg yang bilang ada beberapa adegan yang ga masuk akal (emang ada sih, tapi ada yang dia sebut tapi tdk termasuk).

Emang sih jalan cerita’a agak cepat, maklumlah dari novel dibikin movie. tapi, klo susah dimengerti sih ga juga ya. biasa aja tuh. and ada yang bilang, klo waktu adegan setelah pemerkosaan Mika tuh orang tua’a ga cemas atau curiga. lah bukti’a mereka cemas waktu anak’a baru pulang malam and dianterin Hiro, mereka juga memeriksakan Mika ke dokter ko. klo adegan berbahaya di perpustakaan sih yah emang ga masuk akal ya, masa iya di perpus bisa begituan sih?

tapi, yang bikin gw kesel adalah sikap Mika yang ga teguh hati gtu ma cinta’a ma Hiro. kurang usaha. sewaktu Hiro mutusin dia tanpa alasan jelas. seharus’a Mika tuh berusaha lebih keras untuk bertanya ma Hiro kenapa? and Mika juga bisa kan maksa kakak’a Hiro untuk jelasin? cz Mika kan tau klo Hiro tuh belum lupa ma anak mereka yang keguguran. apalagi Hiro senang banget waktu tau Mika hamil and mau nikahin Mika, dia juga bersedia berhenti sekolah buat kerja. itu kan membuktikan klo Hiro tuh ga main-main sama Mika. berarti ada alasan kuat kenapa Hiro mutusin hubungannya dengan Mika. eh, Mika-nya malah jadian sama cowo lain. Ugh…! gregetan banget!

Try to write a story

Belakangan ini, gw lagi mencoba untuk menulis sebuah cerita. sebenar’a c udah dari lama gw pengen jadi penulis, tapi entah kenapa ide-ide dalam otak gw selalu aj mentok. gw jadi pengen tau, gmn c cara penulis-penulis profesional mendapatkan ide cerita mereka dan g mentok. bisa tuntas gtu. apalagi penulis y bikin serial, wow itu bener-bener mengagumkan buat gw. ide cerita di kepala mereka mungkin mengalir terus, seperti air laut.

Seigi No Mikata

Ini adalah kisah tentang seorang adik yang menjadi budak sang kakak yang punya sifat seperti iblis n punya motto satu hari satu kejahatan, yang menurut sang adik hanya iblis yang punya motto seperti itu. sifat iblis sang kakak tertutupi dengan wajahnya yang cantik dan otaknya yang cerdas. dan, sang kakak mempunyai kecintaan yang amat sangat pada makanan, dia bisa ngamuk abis klo makanan yang dia mau g bisa dia dapetin.dan tumbal’a ya siapa lagi klo bukan sang adik. sang adik berharap saat sang kakak menikah nanti dia akan terbebas selama’a dari sang kakak dan dapat menjalani hari-hari’a dengan bebas. apakah terwujud?

Dorama yang satu ini sumpah kocak abis, gw g habis pikir ko bisa ada ya kakak yang setega itu dan seaneh itu. tapi yang bikin salut adalah setiap kejahatan yang dibuat oleh sang kakak pasti pada akhirnya memberikan kebahagiaan pada orang yang dijahatinya. dan sang kakak diberi gelar “sang pembela keadilan” oleh orang-orang.

Diajak ngobrol sama Bule, Oh No!

Beberapa hari yang lalu, waktu gw mau ke Rumah sakit buat masukin proposal penelitian, di perjalanan (baca: angkot) gw satu angkot ma bule yang naik dari taman ubud. tu bule bawa anak kecil, and asik aja ngomong ma anak’a. eh tiba-tiba, dia ngajak ngomong ade gw yang emang posisi’a berhadapan ma tu bule. ade gw yang ga siap disapa ma tu bule jadi gagap (meski bahasa inggris’a A, in that time–useless), and nyikut gw. ternyata tu bule tanya “are you kraft student, girls?” (klo g salah denger ya). ternyata dia mau buka obrolan pake paperbag kraft yang gw bawa. and otak gw pun sempet gagap juga, tapi untung’a masih bisa mikir, jadi ya gw jawab lah seadanya. oiya, sebelumnya tu bule juga nanya (waktu Qta bertampang bego) “you speak english?”, ade gw yang jawab “just a little”.

Pokok’a gw tuh ngobrol udah kya robot, nyaris tak berekspresi and kaku banget bahasa tubuh gw. sumpah grogi berat. coz, seumur-umur…ni baru pertama kalinya ngobrol ma bule di luar pelajaran bahasa inggris. biasa’a kan paling ngobrol ma native klo lagi les bahasa inggris atw waktu di kampus, TOEFL. nah, ini…

Gw rasa ya, tu bule g akan percaya klo nilai TOEFL gw (nyaris) 500 point, and rata-rata selalu dapet A dalam pelajaran bahasa inggris selama di sekolah and kuliah. yaiyalah, wong Qta gagap waktu ngobrol ma dy, hahahaha

Pokoknya ini adalah pelajaran yang sangat berharga buat gw and ade gw, supaya belajar speaking lebih baik lagi. jadi, ntar klo diajak ngobrol ma bule lagi, g gagap lagi ;D

*Nice to meet you Philips and Felomino

14 Sai no Haha (14 years old mother)

14 sai no haha

Kisah ini sedih banget…

tapi, kisah ini adalah cara menyampaikan sex education yang bagus klo menurut gw.

kadang kita g akan mudah mencerna pesan-pesan yang disampaikan oleh orangtua atau guru kita, atau kadang g peduli, hanya menganggap smua pesan itu hanyalah sebaris kata-kata kosong.

tapi, akan berbeda jika disampaikan melalui drama yang bagus dan didukung dengan pemain yang bagus pula 😉 dibintangi oleh Shida Mirai dan Haruma Miura.

14 sai no haha ini menyampaikan sex education tanpa harus jadi drama genre porno. tak ada satupun scene porno di drama ini.

14 sai no haha memberikan informasi bagaimana konsekuensi yang harus ditanggung jika anak-anak dibawah umur bermain sex. konsekuensinya bukan hanya untuk mereka yang melakukan perbuatan terlarang itu, tapi juga berdampak pada seluruh keluarga mereka bahkan sekolah tempat mereka menimba ilmu. seperti yang diceritakan dalam drama ini, bagaimana perusahaan yang sudah dibangun susah payah oleh ibu sang pemeran laki-laki (Kirino Satoshi) mengalami kebangkrutan hingga mereka akhirnya menjadi amat sangat miskin, setelah kejadian hamilnya Ichinose Miki diungkap dalam surat kabar oleh seorang wartawan yang haus akan berita tentang kejelekan dibalik orang besar. sang wartawan bahkan tak perduli meskipun ia tau bahwa ibu si anak perempuan adalah pelayan di cafe langganannya yang selalu setia menjadi teman curhatnya. dan informasi tentang resiko kematian yang akan dihadapi oleh sang ibu juga dijelaskan secara gamblang di drama ini. bagaimana akhirnya Miki harus bertarung dengan maut demi anaknya. hal ini dikarenakan usia Miki yang masih dibawah umur, sehingga organ-organ reproduksinya belum “matang”, atau tubuhnya belum siap untuk menahan beban untuk dua orang. sehingga banyak komplikasi kehamilan yang ia terima, seperti tekanan darah tinggi hingga plasenta yang lepas sebelum waktunya.

drama ini sangat bagus ditonton oleh anak-anak remaja, sehingga mereka dapat memikirkan akibat yang akan mereka timbulkan jika mereka bergaul tanpa mengenal batasan dengan teman lawan jenis.

Nasib Laporan RS Qu…

Hhh…rencana punya rencana gw tuh mw seleseiin laporan RS yang nunggak minggu ini. eh ternyata ada aja halangan’a, emang bukan disengaja sih. dokter penanggungjawab gw sekarang lagi dirawat di Singapura, beliau sakit. g tau sih sakit apa, kata ahli gizi RS sih mgkn minggu depan udah pulang. yah…nunggak seminggu lagi deh…nasib…nasib!

sekarang yang bisa gw lakukan adalah berdoa pada Tuhan YME semoga dokter penanggungjawab gw segera sembuh n pulang ke Indonesia.

coz, I need her so.

BLOOD the last vampire

Saya

Gw baru aja nonton BLOOD the last vampire (g kesampean nonton 3D di Blitz).

keseluruhan c baguslah…*untuk ukuran film Asia* tapi, darah’a g banget deh…

walaupun gw baru nonton Blood+ season 1 aja. tapi ada satu hal yg nge-ganjel otak gw banget…yaitu…kan ending’a tuh ternyata c Onigen*setan tertua* (pembunuh ayah Saya) yg diburu oleh Saya adalah ibu kandung’a. Well, pertanyaan’a adalah gimana cerita’a tuh c bokap’a Saya yg notabene’a pemburu setan/vampire bisa berhubungan ma nyokap’a yaitu c Onigen itu?!

klo ada yg kebetulan baca blog gw ini n tau jawaban’a, plizz kasih tw ya…

penasaran beud neh…

*yg bikin gw g fokus lagi nonton nih film adalah karena pemeran Onigen adalah Koyuki yg main di Kimi wa Petto sama Matsu Jun, gw g bisa liat dia sbg Onigen. gw masih liat dia sbg Sumire chan.